Istri atau WIFE, dalam Bahasa Inggris, mempunyai kedalaman arti yang
tidak hanya dipandang sebagai pendamping suami, tetapi lebih dari itu,
dan mempunyai beban dan tanggung jawab yang berat pula.
Mari kita runut satu persatu makna dari kata WIFE tersebut:
Pertama adalah huruf “W” adalah “washing” yang artinya adalah “mencuci“; yang kedua adalah “I” yaitu “ironing” yang artinya “menyeterika“; lanjutnya adalah “F” yaitu “feeding” artinya “memasak dan menyiapkan makanan“; dan yang terakhir “E” adalah “entertaining” berarti “hiburan” atau “menghibur” atau untuk kepentingan relaksasi psikhis. Wah kasian ya jadi istri.
Tugas yang diemban sangat berat. Begitu beratnya tugas yang iembannya, maka Khalifah Umar bin Khatab
( Khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash Shidiq) yang terkenal tegas dan
pemberani saja selalu diam ketika istrinya marah, bukan karena takut
atau tidak berani kepada istrinya tetapi beliau berusaha maklum dan
mengerti, dan membiarkan istrinya untuk meluapkan kekesalannya.
Saya tidak tahu bagaimana saya ini tampak di dunia, tetapi saya sendiri merasa hanyalah seorang bocah laki-laki yang bermain di pantai, dan lari mondar-mandir ke segala arah dari waktu ke waktu untuk menemukan batu kecil yang lebih halus atau kerang yang lebih cantik dari biasanya, sementara samudera kebenaran terbentang di depanku penuh rahasia.
Tampilkan postingan dengan label Istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istri. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Februari 2011
Kamis, 15 Juli 2010
Istriku Menulis di Masa lalu (IX)
Selasa, 24 Mei 2005
Pk. 00.41
Kadang saya merasa sangat marah pada mas Tomi … karena merasa hak saya sebagai seorang ibu telah dirampas …Pk. 00.41
Karena harus membantu membenahi keadaan rumah tangga … saya harus kehilangan saat-saat penting bersama buah hati saya …
Saya sudah kehilangan banyak hal yang seharusnya sebagai seorang ibu … sayalah yang pertama kali mengetahui segala perkembangan bayi kecil saya …
Ketika pertama kali dia mulai belajar miring …
Ketika pertama kali dia mulai belajar tengkurap …
Ketika pertama kali dia mulai belajar mengangkat kepalanya …
Ketika pertama kali dia mulai banyak ngoceh dan tertawa …
Saat ini … saya sudah kehilangan semua itu …
Sesuatu yang tidak mungkin bisa diulang … karena waktu tidak pernah berjalan mundur …
Saya merasa tersiksa …
Tapi sepertinya … nggak ada yang bisa mengerti semua itu …
Nggak ada yang bisa mengerti betapa saya merasa sangat sakit dengan keadaan ini …
Tidak juga suami saya … mas Tomi …
Langganan:
Postingan (Atom)