Kamis, 15 Juli 2010

Istriku Menulis di Masa lalu (IX)

Selasa, 24 Mei 2005
Pk. 00.41
Kadang saya merasa sangat marah pada mas Tomi … karena merasa hak saya sebagai seorang ibu telah dirampas …
Karena harus membantu membenahi keadaan rumah tangga … saya harus kehilangan saat-saat penting bersama buah hati saya …
Saya sudah kehilangan banyak hal yang seharusnya sebagai seorang ibu … sayalah yang pertama kali mengetahui segala perkembangan bayi kecil saya …
Ketika pertama kali dia mulai belajar miring …
Ketika pertama kali dia mulai belajar tengkurap …
Ketika pertama kali dia mulai belajar mengangkat kepalanya …
Ketika pertama kali dia mulai banyak ngoceh dan tertawa …
Saat ini … saya sudah kehilangan semua itu …
Sesuatu yang tidak mungkin bisa diulang … karena waktu tidak pernah berjalan mundur …
Saya merasa tersiksa …
Tapi sepertinya … nggak ada yang bisa mengerti semua itu …
Nggak ada yang bisa mengerti betapa saya merasa sangat sakit dengan keadaan ini …
Tidak juga suami saya … mas Tomi …

Sayang …
Ibu pengen gendong kamu lagi …
Ibu pengen setiap ibu membuka mata ibu … kamu yang ibu lihat …
Ibu pengen denger suara kamu …
Ibu pengen lihat senyum kamu …
Ibu pengen kita ngobrol lagi …
Seperti dulu waktu kamu masih di rumah ini …
Ibu takut …
Kamu lebih sayang mbah Yayi …
Kamu lebih kenal Budhe Win …
Kamu lebih kangen ke mereka daripada ke ibu …
Ibu takut …
Kamu lebih mencari mereka daripada ibu …
Dan kalau itu sampai terjadi …
Papa kamu jadi satu-satunya orang yang ibu salahkan atas semua itu …
Karena papa yang memaksa ibu untuk kehilangan kamu di saat usia kamu masih sangat kecil …
Karena papa yang membuat ibu kehabisan ASI untuk ibu berikan ke kamu …
Karena papa yang membuat kamu jadi nggak mau lagi ASI ibu …
Sayang …
Kadang memang ibu menganggap papalah yang harus bertanggung jawab atas semua ini …
Karena sebagai kepala keluarga … seharusnya dia bisa mempersatukan anggota keluarganya … dan bukan malah memisahkan ibu dengan bayinya yang masih berumur 2 1/2 bulan …
Tapi kalau ingat bahwa ini juga bukan keinginan papa …
Dan bahwa papa selama ini sudah bekerja mati-matian supaya kondisi kita membaik dan tercukupi …
Ibu jadi nggak tau harus berpikir apa lagi …
Yang ibu tau cuman …
Ibu pengen bisa deket dengan kamu lagi …
Ibu pengen bisa nggendong kamu tanpa ada yang melarang …
Ibu pengen menghabiskan waktu ibu sama kamu …
Ibu pengen kamu cepat ada di sini lagi …

Selasa, 24 Mei 2005
Pk. 20.49
Sayang … rasanya ibu berdosa sekali karena menyalahkan papa atas ujian berat yang sedang kita terima saat ini …
Sebenarnya ibu tahu ini semua bukan keinginan papa … untuk hidup terpisah dengan kamu buah hati kami …
Tapi tiap kali ibu ingat dan kangen kamu … rasanya ibu jadi tidak bisa berpikir secara benar …
Ibu tahu … kondisi sekarang ini … adalah benar-benar yang terbaik untuk kamu …
Sekarang ini … apa pun yang ibu-papa lakukan … setiap keputusan yang ibu-papa ambil … pertimbangannya hanya untuk kamu sayang …
Termasuk keputusan untuk berpisah sementara dari kamu …
Sesaat ibu sempat melupakan … bahwa diterimanya ibu di
Tossa adalah benar-benar pertolongan dari Allah untuk kita saat ini …
Tapi karena emosi … ibu hampir jadi orang yang tidak bersyukur atas pertolongan Allah itu …
Ibu hampir saja memutuskan untuk melepaskan sesuatu yang sebenarnya selalu ibu minta pada Allah untuk memperbaiki kondisi kita …
Karena ibu hampir saja merelakan untuk melepaskan Tossa mulai bulan September nanti … karena pada saat itu ibu ingin bisa merawat kamu lagi di rumah ini …
Tapi mungkin itu bukan keputusan yang benar … karena gaji yang rutin itu akan sangat membantu kita …
Entahlah … rasanya ibu terlalu lelah untuk berpikir lagi saat ini …
Doakan ibu sayang …
Ibu merasa tersiksa sekali saat ini karena harus jauh dari kamu …
Semoga Allah segera memberi kita jalan keluar … seperti Dia menolong kita dengan menempatkan ibu di Tossa …
Doakan ibu-papa ya sayang …
Karena papa juga mulai terlihat banyak pikiran lagi saat ini …
Oya, waktu ibu tadi lagi baca-baca surat ibu untuk kamu di komputer ini …
Tanpa sengaja file suratnya malah ketutup … dan yang muncul foto kamu di desktop ini sayang …
Tapi itu foto kamu yang lagi nangis …
Nggak pake nunggu lama … ibu langsung nelpon pa Dhe Pris karena pengen tahu kabar kamu …
Ternyata bener … kamu lagi nangis … keras sekali …
Kenapa sayang … kata mbah Yayi kamu baru bangun ya jam setengah sembilan ini sesudah tidur dari jam setengah lima sore tadi …
Tapi kenapa nangis sayang … ibu sampai langsung nutup telponnya … supaya mbah bisa langsung nenangin kamu …
Jangan rewel yaa … sabar sayang …
Allah pasti segera mempersatukan kita lagi … bertiga di rumah ini …
Karena Allah nggak pernah meninggalkan kita … seperti saat Dia menolong kita dengan Tossa itu …
Mudah-mudahan kamu nangis tadi bukan karena kenapa-kenapa … tapi cuman karena Allah pengen menunjukkan ke ibu … bahwa kamu tidak melupakan ibu … bahwa kamu masih tetap bisa merasakan apa yang ada di hati ibu seperti biasanya …
Kita berdoa terus ya sayang …
Udah dulu yaa …
Ibu mau ngetik punya papa dulu …
Daah sayang …

Rabu, 25 Mei 2005
Pk. 22.13
Sayang …
Ada kabar bagus …
Papa bilang libur kenaikan nanti kamu mau dijemput pulang ke rumah …
Anak-anak kan pada libur … jadi yang minta les pasti sedikit sekali … jadi papa mau ngajak kamu ke rumah … nanti kalau pas ibu kerja … papa yang jaga dan main sama kamu …
kalau yang mandiin nanti mbak Ratna … ibu udah bilang ke mbak Ratna … dan dia mau …
Nanti kalau ada yang mau minta les … mau disuruh malam aja … kan kalau siang papa harus sama kamu terus sayang … sampai ibu pulang dari kantor …
Ibu seneng banget … kamu juga kan sayang …
Mudah-mudahan waktu itu cepet datang yaa …
Kamu kumpul lagi sama ibu-papa di runah ini …
Nanti tengkurap ya sayang …
Udah dulu yaa …
Daah …
Kamis, 26 Mei 2005
Pk. 21.49
Sayang …
Selamat ulang bulan yaa …
Hari ini kamu genap 4 bulan …
Kamu dah tambah pinter … udah berkali - kali mengkurep kan …
Suaramu juga udah keras kalo teriak …
Terus kalo diajak ngomong udah bisa merespon …
Udah bisa megang botol sendiri kalo pas ngedot …
Anak ibu memang pinter banget …
Nanti lebih pintar dari mas Opang yaa …
Udah dulu ya sayang …
Ibu mau ngerjakan kerjaan kantor dulu yang ibu bawa pulang hari ini …
Daah …

Tidak ada komentar:

TAV Modul A Profesional

TAV Modul A Profesional Total Nilai : 100 1 Garis tebal antara 0,5mm sd 0,7mm aplikasi penggunaannya untuk …. Jawaban Peserta...